PT. ENERGI HIJAU ADIDAYA (EHA)

PT. Energi Hijau Adidaya (EHA) adalah sebuah perusahaan energi nasional yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), maupun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH). PT. Energi Hijau Adidaya secara aktif mendukung kebijakan strategis pemerintah mengenai pengelolaan sampah kota dan pencapaian target energi baru terbarukan sesuai kebijakan energi nasional serta secara aktif mendorong pemanfaatan sampah kota sebagai bahan baku pembangkitan tenaga listrik. Dalam rangka mengubah sampah sebagai sumber energi dan meningkatan kualitas lingkungan, serta meningkatkan peran listrik nasional berbasis energi baru terbarukan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, Presiden RI menetapkan Peraturan Presiden RI No. 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasih Sampah (PLTSa) di tujuh kota di Indonesia.

Pembangunan PLTSa oleh PT. Energi Hijau Indonesia di beberapa kota di Indonesia juga mengacu pada Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT. PLN (Persero) dari PLTSa. Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTSa) adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi baru dan terbarukan sampah kota yang diubah menjadi energi listrik melalui teknologi thermal process, meliputi gasifikasi, insinerasi, dan pirolisis. Adapaun  pembangunan PLTSa di beberapa kota dan daerah di Indonesia oleh PT. Energi Hijau Adidaya seluruhnya menggunakan teknologi gasifikasi.

Dibangunnya PLTSa di beberapa wilayah di Indonesia dapat menjadi solusi atas masalah persampahan, mengingat terdapat ketidakseimbangan antara kemampuan pelayanan dengan beban pengelolaan yang harus ditangggung oleh pihak pengelola kebersihan kota/kabupaten pada beberapa wilayah. Pembangunan PLTSa juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi masyarakat, sebab dapat membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem TPA, baik sanitary landfill maupun open dumping, serta dampak emisi gas buangan di atmosfer jika eliminasi sampah dilakukan melalui sistem pembakaran.

PT. Energi Hijau Adidaya menargetkan adanya perubahan paradigma pengelolaan persampahan di Indonesia, yaitu untuk meminimisasi sampah tertimbun di TPA, dan merubah terminology TPA dari Tempat Pembuangan Akhir menjadi Tempat Pengelolaan Akhir. Selain dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan, PT. Energi Hijau Adidaya juga menargetkan bahwa pembangunan PLTSa di Indonesia  dapat mendorong tercapainya target energi terbarukan, yaitu meningkatkan peran listrik nasional berbasis energi terbarukan.


Produk EHA

EHIT

PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan adalah sebuah perusahaan energi nasional yang bergerak di bidang pembangkit listrik berbasis energi baru dan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik berbasis sampah (waste to energy system). PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan secara aktif mendukung kebijakan strategis pemerintah mengenai pengelolaan sampah kota dan pencapaian target energi baru terbarukan sesuai kebijakan energi nasional serta secara aktif mendorong pemanfaatan sampah kota sebagai bahan baku pembangkitan tenaga listrik. Dalam rangka mengubah sampah sebagai sumber energi dan meningkatan kualitas lingkungan, serta meningkatkan peran listrik nasional berbasis energi baru terbarukan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019, Presiden RI menetapkan Peraturan Presiden RI No. 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTSa) di tujuh kota di Indonesia.

Pembangunan PLTSa oleh PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan di beberapa kota di Indonesia juga mengacu pada Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT. PLN (Persero) dari PLTSa. Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTSa) adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi baru dan terbarukan sampah kota yang diubah menjadi energi listrik melalui teknologi thermal process, meliputi gasifikasi, insinerasi, dan pirolisis.

Adapun pembangunan PLTSa dibeberapa kota dan daerah di Indonesia oleh PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan seluruhnya menggunakan teknologi gasifikasi dan pirolisis. PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan menargetkan bahwa dengan dibangunnya PLTSa dibeberapa wilayah di Indonesia dapat menjadi solusi atas masalah sampah, mengingat terdapat ketidakseimbangan antara kemampuan pelayanan dengan beban pengelolaan yang harus ditangggung oleh pihak pengelola kebersihan kota/kabupaten pada beberapa wilayah. PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan juga menargetkan bahwa pembangunan PLTSa juga dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan sanitasi masyarakat, sebab dapat membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem TPA, baik sanitary landfill maupun open dumping, serta dampak emisi gas buangan di atmosfer jika eliminasi sampah dilakukan melalui sistem pembakaran.

PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan menargetkan adanya perubahan paradigma pengelolaan persampahan di Indonesia, yaitu untuk meminimalisasi sampah tertimbun di TPA, dan merubah terminology TPA dari Tempat Pembuangan Akhir menjadi Tempat Pengelolaan Akhir. Selain dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan, PT. Energi Hijau Indonesia Terbarukan juga menargetkan bahwa pembangunan PLTSa di Indonesia dapat mendorong tercapainya target energi terbarukan, yaitu meningkatkan peran listrik nasional berbasis energi terbarukan. Pemanfaatan sampah di Kabupaten Karawang sebagai bahan baku untuk sumber energi pembangkit listrik, selain dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan, PT. Energi Hijau Indonesia Terbaruka juga menargetkan tercapainya target energi terbarukan nasional, yaitu meningkatkan peran listrik nasional berbasis energi terbarukan.


Produk EHIT

SDIA

PT. SOLUSI DAYA INDO ASIA (SDIA) didirikan pada tanggal 25 Januari 2017 dengan Akta No. 18 oleh Notaris R. Kusmartono, SH di Jakarta, hadir dengan maksud untuk berpartisipasi dalam proses perdagangan dan pembangungan di seluruh wilayah Indonesia.

Seiring dengan perkembangan pembangunan di Indonesia karena meningkatnya pertumbuhan ekenomi dan adanya daerah-daerah baru sebagai hasil dari pemekaran, maka akan sangat dibutuhkan pembangunan infrastruktur dasar bagi kelangsungan pembangunan seperti sarana kelistrikan, transportasi, air bersih, prasarana jalan, sarana telekomunikasi, perkantoran, rumah sakit, dst.

Untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut maka dibutuhkan berbagai keahlian dan ketersediaan barang & jasa yang terkait. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, PT. Solusi Daya Indo Asia bermaksud untuk turut andil dalam perdagangan dan pembangunan infrasktruktur khususnya bidang Energi. Kami menyediakan jasa konsultasi, perdagangan dan instalasi bidang pembangkitan energi khususnya energi listrik baik yang berbasis bahan bakar minyak/gas (BBM/G) maupun yang berbasikan energi baru atau terbarukan (surya, mikrohidro, dsb).

Dasar Pemilihan yang dilakukan oleh manajemen PT. Solusi Daya Indo Asia untuk dijadikan prioritas atau wilayah orientasi adalah didasari oleh :

  • Kebutuhan strategis akan energi listrik sebagai penyokong dasar pembangunan
  • Potensi wilayah dan nilai strategis kewilayahan
  • Jarak koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah
  • Hubungan atau relasi dengan mitra yang sudah terbentuk sudah lama

Kami sangat berharap agar kehadiran kami diterima dalam kancah pembangunan energi di Indonesia dan mendorong tercapainya kemandirian energi yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bagi semua masyarakat Indonesia.


Produk SDIA
EXISTENCE ENERGI HIJAU GROUP
PROJECT ENERGI HIJAU GROUP

Sistem Generasi Solar Photovoltaic di Universitas Islam Riau

PLTS 5 MW Alas-Sumbawa